h1

Medan, ber-benah-diri-lah !

December 14, 2008

Benah diri di sini dalam artian pariwisatanya.

Pertama, kenapa aku bahas nya pariwisata Medan, bukannya kota-kota lain?

Well, gampang, karena aku baru aja balik dari Medan. Idul Adha tahun ini jadi ajang pulang kampung bagiku, setelah lebih dari sepuluh tahun ga pernah mudik ke Medan.

(Mudik = Pulang Kampung + Ketemu Saudara-saudara)

Soalnya dua tahun lalu aku ke Medan sih, tapi ga ktemu saudara-saudara sama sekali, cuma maen sama temen2 doank gitu. Kakakka,,

*durhaka*

Lanjut.

Jadi aku yang setengah Batak-setengah Malaikat ini merasa agak-agak jengah dengan kota Bika Ambon ini.

Gimana  yah, emang sih Medan itu kota terbesar ke-3 di Indonesia (setelah Jakarta & Surabaya), mal-mal nya byk (teteupp cinta mal), objek pariwisatanya jg lumayan.

Fokus ke objek wisata, Medan punya Istana Maimun (hey, Sultannya msh anak2 loh, umur 8 tahun !), belum lagi ada Danau Toba nan tersohor. Juga Pulau Samosir, yang disitu kita bisa lihat kuburan kuno + sisa-sisa warisan raja-raja Batak. Ada Berastagi, yg mirip Kaliurang-nya Jogja, dengan fasilitas dan insfrastruktur yang jauh lebih memadai.

maimun-palace

Wisata kuliner, masakan Batak banyak yang patut dicoba. Arsik (kepala ikan mas, yg kata bokap : nikmat dunia), Peleng (nasi-hampir-selembut-bubur yang disajikan dengan kari ayam. Bokap juga penggemar beratnya), Durian Medan yg nikmat + murah (cuma 10rb ! Itu dah dapat yang enak + kenyang !), dan masih banyak lagi.

Tapi sayangnya semua itu belom bisa membuat -bahkan aku yang punya darah Batak- merasa betah di Medan. Walaupun cuma untuk beberapa hari liburan aja.

Kenapa?

Uhmmm sorry to say, people in Medan aren’t friendly enough to tourists.

Loh? Bukannya orang Batak itu mudah akrab, katanya? Banyak ngomong + pinter bercanda gitu?

Entahlah, aku juga bingung, pernyataan itu emang benar, tapi kenyataan tentang ketidakramahan mereka juga benar. Karena dua hal tersebut aku alami.

Contoh.

Kemaren pas kami (baca : aku + papah + mamah) lagi cari alamat rental mobil X, itu begitu susahnya nanya ke warga lokal. Mereka cenderung menjawab tidak tahu, atau kalopun ngasi tau, itu setengah-setengah, cuma nunjukin arah plus bilang : “Ke situ, pokoknya teruusss aja”.

Yang berujung pada nyasar lg, nyasar lg.

Lebih parah, begitu dah deket alamatnya, karena kami dah di Jalan dimana rental mobil itu berada (ga ribet kan?), cuma tinggal cari letak pastinya doank, aku nanya ke tukang parkir (yg notabene dia kerja di sekitar situ, pastinya tau lah ya, parkir getohh). Dia jawab apa?

“Ga tau, dek….”

*dengan logat Batak*

Benci-Medan, signal status : VERY GOOD !

Trus juga masalah kenyamanan turis.

Aku sempet makan di sekitar daerah USU (Univ Sumatra Utara). Ada satu tempat makan, gede, punya bangunan permanen sendiri, outdoor-indoor, yg parkir juga motor-mobil, rame deh pokoknya. Tempatnya normal, harga juga wajar, tapi yang tidak pantas? ohoho…

Pas aku ke toilet, agak terpana-pana melihat wujud toiletnya. Toiletnya cm satu, dgn pintu yg sudah kusam + rapuh, dan begitu masuk ke dalam…. Walahhhh…. Ada cucian !!

Gubrak segubrak-gubraknya  !

Masa’ tempat kayak gini toiletnya ada cucian yang lagi direndam di baskom yang mana sungguh-amat-sangat-menjijikkan? Grrrr !!

Lalu apa pula yg terjadi dengan wastafel nya?

Ugh, tolong jangan bayangkan wastafel bersih, ada cerminnya, plus sabun cuci tangan lengkap dengan lap pengering nya. Boro-boro! Wastefel nya itu berupa tempat cuci piring yang suka ada di rumah-rumah gitu.

Aaaargggg !!!

Gila ya, dimana letak pelayanan terhadap konsumen?

Perilaku lalu lintas warga Medan juga naudzubillah. Lebih parah dari kota-kota besar manapun yang pernah aku singgahi. Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Semarang, apalagi kalo dibanding Jogja.

Semua kendaraan : motor, angkot, bus, sampe mobil pribadi (dari yang harga kacang rebus sampe yang harga perkebunan kacang) tuh kesannya berlomba2 jadi raja jalanan. Main serobot seenak jidat. Ga pake lampu sign. Klakson dimana-mana, padahal ga terlalu penting. Semua pengen merasa ‘ada’, sehingga harus bunyiin klakson biar mereka dinilai ‘ada’.

Lampu lalu lintas, hanya pemanis kota. Banyak BANGET yang ngelanggar.

Dimana polisi? Yaaaa kadang-kadang ada di pojokan, kadang bak hilang ditelan durian-medan.

Jadi kesimpulannya Medan itu tidak bersahabatlah.

Semuanya.

Gimana pariwisata Medan bisa T.O.P coba?

Tentang warganya, di buku 13 Wasiat Terlarang (Dahsyat dengan Otak Kanan) karya Ippho Santosa disebutkan bahwa di bidang pariwisata masyarakat berperan sebagai ‘otak kanan’, sedangkan faktor pendukung lainnya sebagai ‘otak kiri’. Dan otak kanan lah yang memegang kendali atas kesuksesan pariwisata tersebut.

Ini kutipan langsung dari buku tersebut :

“Lihat saja, adakah yang istimewa di Jogja? Maksud saya, yang benar2 istimewa. Jawabannya, bisa ya, bisa tidak. Jangan kaget, saya pribadi malah menjawab tidak. Barangkali yg lain juga menyahut serupa.

Lalu kalau memang benar begitu, kok Jogja bisa menjadi salah satu magnet pelancongan di nusantara? Ketahuilah bahwa satu perkara yang amat sukar ditandingi oleh kota-kota lainnya adalah keramahtamahan orang-orangnya (hospitality). Infrastruktur boleh biasa-biasa saja. Objek wisata boleh itu-itu saja. Akan tetapi kalau sudah bicara soal penduduk, wah, kota-kota lain mesti belajar banyak dari Jogjakarta.”


Justru keramahtamahan warga Jogja lah yang membuat Jogja unik, bahkan -menurutnya- merupakan teladan terbaik di Indonesia. Ini yg selalu akan dirindukan siapa saja yang berkunjung ke Jogja.

sultan-palace1

Jadi, Medan, jika ingin men-dahsyat-kan pariwisatamu, ubahlah gaya ‘pelayanan’ wargamu terhadap para pelancong.

Mengutip kata-kata Ippho, ‘we all are in hospitality business’, dan ini berlaku untuk semua, tidak hanya profesi di bidang pariwisata, tapi siapa saja.

Karena kita semua memang berada dalam bisnis keramahtamahan.

9 comments

  1. Buk…kalo wisata di Sumatera,,jangan berharap dapat pelayanan ‘keramahan’ *pengakuan dari orang Sumatera niyh…*

    Tapi lumayan agak kaget liat pernyataanmu ituh, coz aq belum pernah ke Medan niyh ya,,tapi perasaan kalo di Pku gak segitu-gitunya deh *mengenai keramahan org dan fasilitas rumah makannya*. Apa karena orang Batak?hehehe…

    Mengenai lalu lintas..?berarti Pekanbaru-Medan sama aja tuh..aq aja gak berani naek motor di Pku..


  2. tapi emang pariwisata medan gak keurus dah…
    waktu kelas 4sd, pernah maen2 kesana plus ngeliat tanah kelahiran…
    trus maen2 ke toba…
    airnya keruh kotor gak keurus, hotel disana fasilitas gak keurus…
    itu waktu saya kelas 4sd, gimana sekarang???


  3. @ bu genk…
    yaiyalaghhhh… lah naek motor di jogja gada apa2 aja bisa2 jat……… *menahan diri utk tdk ngomong*

    haha

    eniwei, apa maksud dan tendensi Anda mengatakan : “Apa karena orang Batak” ?????!!!!! Hmmmmfff !!!

    @ baykun
    sekarang masi kurang lebih kayak gitu. Msh sembrono aja penataan & pemberdayaan pariwisata nya.. hiks…


  4. mungkin ada yang sudah tahu? bahwa danau toba dipake untuk buang hajad dan cucicuci perkakas dapur dan mandi dan buang aerkecil dan epriting. (you name it!)

    saya sendiri yang menyaksikannya. saya sendiri juga ikud buang hajad di sana. hohoho.. (lho, kok bangga sih? hmm.. -_-” ) tentu karena memang disuruh buang hajad di sana saja. sebab di rumah adat tak ada toilek. (disuruh mandi juga di sana, tapi *ouugaahh mamaa… numpang di rumah tante aja yukkk… huhuhu..)


  5. HAHHH !!
    Pengakuan dari orang Batak !!!!!!

    Jadi sharusnya aku marah-marah juga ke kmu yak, karena turut berpartisipasi dalam membetekan turis yg dtg ke Medan !!!!!!!

    AAAAAArrrrrrrrrrrrrrGGGGGGHHHHHHHHHH !!!!!!!


  6. huaaa.. tapi kan saat itu kondisi yang memaksa.

    lagipula. waktu itu kan saya masi kecil dan betapa keren dan sungguh lucu.

    o.o


  7. ya, ya, ya……
    masi kecil, keren, lucu, dan boker di Objek Wisata Andalan Sumatra Utara.

    sungguh menggugah sekali….

    =p
    :))


  8. Wah pdhl Danau Toba dinominasikan sbg 7 keajaiban dunia alam yg baru dari Indonesia bersama Pulau Komodo dan Krakatau. Sayang sekali kalau ternyata seperti itu…


  9. hehehehe,,,

    no comment deh, lom pernah ke medan si…

    tai jorok juga tu si benz..

    ih…

    tercemar deh…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: