h1

Legalitas BT-B-PP

September 8, 2008

Okay All,
aku tau ini blog, bukan forum, tapi ga papa dunk kalo aku mo nulis ini dan meminta partisipasi kalian semua. Karena ini menyangkut kita semua.

Ini tentang Bank Tulisan (BT), lagi.
Sebenernya ini muncul gara-gara ada pertanyaan : “Boleh ga sih tulisan yang udah dipublish lewat blog dimasukin ke BT ?”.
Pertanyaan yang dulunya aku anggap simpel, (hidup itu udah rumit, jadi berfikiran simpel sedikit membantu meringankan beban otak), tapi trus jadi pertanyaan dengan banyak jawaban dan analisa.

Kira-kira sebulan-dua bulan yang lalu, Tiyok pernah iseng-iseng-berhadiah-payung-bekas nanya pertanyaan itu ke aku. Dan ku jawab dengan : “Ga bole lah, masa’ udah dipublish trus dikasih ke Profesi”.
Dan emang dulu pemikiran-simpel-tidak-membebankan-otak-ku demikian. Seperti yang udah aku tulis di comment, BT itu kan ditujukan untuk jaga-jaga siapa tau ada empty space di produk Profesi. Jadi tulisan yang masuk di BT ituh sebenernya dipersiapkan untuk di-publish melalui produk Profesi kita.

Trus ditanggapi sama Adi dan dilanjutkan lagi dengan pertanyaan dari Usman, masih seperti yang ada di <a href=”https://iamjuz.wordpress.com/2008/08/24/kalian-hebat/”&gt;comment </a>.

Pas aku mau jawab comment itu, aku buat flowchart -sangatsuperamatsederhana- antara BT, Produk Profesi (PP), sama Blog (B). Ada enam probabilitas (ciehhh…) :

B –> BT –> PP                x
B –> PP –> BT                x
BT –> B –> PP                x
BT –> PP –> B                   v
PP –> BT –> B                x
PP –> B –> BT                x

*tanda panah menunjukkan alur tulisan.
*dipengaruhi oleh aturan :

>>> PP tidak boleh di depan BT, karena gag mungkin dunk tulisan yang udah dimuat di produk dimasukkan ke Bank Tulisan.
>>> B tidak boleh di depan PP, karena tulisan di blog dijadiin bagian dari produk kita? Duhhh.. gag lah ya..
>>> BT berada di depan PP dan B (pastinya), karena Bank Tulisan emang ditujukan untuk produk kita.

Jadi udah bisa dilihat sendiri ya dari situ. (liyat tanda x dan v)
Klo menurut teori BT-PP-B ituh, tulisan yang ditampung di BT adalah tulisan yang blm di publish di blog, atau media manapun. Tulisan itu -jika memenuhi syarat- akan dipublish melalui produk kita.

Naaaaa… trus muncul masalah lagi.
Bagaimana kelangsungan hidup tulisan yang udah masuk ke BT?
Apa cuma nunggu kalo ada empty space ajah?
Iya kalo dapet kesempatan masuk di produk, lah kalo ga?
Kasian dunk tulisannya?

Huffffff……
iyah, ini juga membuat saia bingung.
Klo aku maksa teori BT-PP-B itu, aku kayak memenjarakan hasil karya kalian di folder Bank Tulisan. Dan aku juga bisa merasakan kegeraman dan kekesalan yang sangat kalo peraturan itu diterapkan dengan saklek.
Sementara aku, seperti yang udah pernah ku bilang dan ku tulis, gag mau memberatkan kalian di BT ini. Dan aku masih seperti itu. Apalagi ini sekarang masalahnya udah ke siklus hidup tulisan Profesian-kuh-tersayang.

Jadi disini aku butuh saran, masukan, kritikan, pendapat, yang positif, membangun, serta membantu menyelesaikan masalah, dari kalian semua.
Gimana seharusnya siklus hidup tulisan di BT ini?
Apa positif/negatifnya?

Biar terpicu, aku mulai dulu ya.

Menurutku,
teori BT-PP-B ituh tetap dijadikan tolak ukur. Tapiiii.. tidak 100%.
Di bagian mananya? Gini, supaya menjamin karya kalian tetap dapat dinikmati publik walopun gag masuk produk, harus ada kelonggaran di peraturan itu. Tulisan yang udah masuk BT, jika dalam waktu +/- dua bulan blm mendapat tempat untuk diterbitkan oleh Profesi, berhak kalian publish lewat media manapun. Kenapa dua bulan? Supaya menjamin ‘waktu tunggu’ tulisan tersebut berakhir.

Contoh.
Sekarang jatah pengumpulan tulisan periode Agustus-September. Tulisan yang kalian kumpulin di periode ini boleh dipublish sendiri setelah periode setelahnya (Oktober-November) berakhir ATAU periode OktNov blm berakhir tapi kalian udah ngumpulin tulisan lagi.
Plus, kalo kalian mau publish, tulisan tersebut saya harap mencantumkan -gak harus sama persis, cuma intinya gini- :
“Tulisan Terdaftar dalam Bank Tulisan LPM Profesi 2008-2009”.

Hmmmm…
Aku gag yakin itu adalah solusi terbaik.
Makanya aku minta masukan dari kalian……

*iya iya, aku bisa mencium seseorang bertanya-tanya tentang siapa yang masuk dalam kategori ‘kalian’ ituh. Gur.. gur.. kekekekek….
Alumni boleh masuk kok. Atau malah dari temen-temen non-Profesi yang mahfum tentang jurnalisme, monggo. Atau yang masih seperti saya, baru belajar jurnalisme, gpp jugak.
Memberi saran dan wejangan kan tidak dipersalahkan.
Saya berikan hak suara.

😉

27 comments

  1. Aduh bingung niyh…*gak bisa mikir…*

    Gini ajah deh..Gak masalah kalo tulisan yang udah ad di blog,dimasukin ke bank tulisan. Di bank tulisan kan insyaAllah pasti ada tulisan dari non-blogger atau blogger yang gak ngupload artikelnya ke blog.

    kalo misalnya ada space kosong:liat bank tulisannya -> liat penulisnya (blogger pa bukan?) -> liat judulnya (dah pernah di upload ke blognya blom?).
    Nahh,,dalam milih tulisan yang mw dimasukin ke produk, utamakan aja yang tulisannya belom pernah di upload kemana-mana (terutama bagi blogger niyh).
    gitu ajah..

    Nah kalo misal ada yang mw ngupload tulisannya yang udah masuk produk ke blog, mesti cantumin “pernah dimuat di Suplemen xx/xx/xx gitu lahhhh.

    masalahnya,,kalo bank tulisan cuma diisi oleh orng yang itu2 aja, blogger pula, dan semua tulisannya udah di upload ke blog..yaaaa,masukin ajah.gapapa. mending, daripada yang laen tuh??

    sorry ya,,ngasih commentnya gak konsen niyh *diantara ‘daun-daun muda’ yang lalu lalang di hall,suatu sore menjelang buka puasa…*


  2. menurut saya…
    salah satu syarat sebuah tulisan layak dimasukan kedalam produk prof adalah yang belum pernah di publis,..
    jika sudah pernah di publis di media internet misalnya dicantumkan alamat urlnya walopun itu blog pengurus sendiri,…
    kemudian tulisan yang terkesan di penjara,.ya memang sudah resiko,.contoh seperti antologi puisi,.puisi yang tidak diterbitkan menjadi milik prof //gitu gak yak…
    atau kembali lagi ke maksud di buat proker BT,.
    satu lagi,…
    untuk tulisan yang belum terpakai di bulan ags-sep,.saya tidak setuju untuk boleh di publis di blog dibulan yang mendatang,.karena tulisan yang masuk bulan ags-sep siapa tau malah layak dipublis di produk prof pada bulan selanjutnya…
    demikian dan terima kasih


  3. “tulisan yang terkesan di penjara,, ya memang sudah resiko,,” –> saya sangat tidak setuju dengan kalimat ‘kepasrahan’ seperti itu.

    tentu penulis memiliki keinginan yang-sangat-amat-super-duper-extra-hyper-atomic (wew?!) kuat untuk mem-publish karya-karyanya ke khalayak ramai. saya pribadi, akan ter-turun-kan semangat menyimpan tulisan di Bank Tulisan, jika aturan seperti itu nantinya akan dilaksanakan secara ‘kuno’ dan ‘kaku’.

    begini, seperti yang saya bilang barusan, setiap penulis pasti memiliki keinginan yang kuat untuk karyanya dilihat/dibaca orang lain. Nah, mengapa mereka mem-publish juga di blog setelah menyimpan di Bank Tulisan (atau sebaliknya)? Itu tidak lain bin tidak bukan, karena di produk-produk PROFESI, “jaminan” karya mereka dapat dipublish jauh-jauh-jauh lebih kecil daripada kalau mereka mem-publish di blog pribadi, misalnya. Oleh karena itu, “kekhawatiran” seperti itu menyebabkan penulis (oke, saya deh: contohnya) tidak menerapkan “eksklusifitas” (ada nggak ya di kamus, kata ini?) pada produk-produk PROFESI.

    Saya kira solusi yang paling masuk akal adalah seperti yang dikatakan Mas Bagus, bahwa ada tenggat waktu sekian periode (tapi dua bulan seperti yang dikatakan Mas Bagus, TERLALU lama) untuk “mengeram” tulisan-tulisan si penulis di Bank Tulisan, sebelum akhirnya ia boleh mem-publish tulisan-tulisannya di media lain.

    Tapi -pun, saya tetap keberatan dengan aturan tersebut.

    (kalau pun nanti diterapkan, mungkin saya akan menyimpan tulisan “alakadarnya-saya” di Bank Tulisan: bukan tulisan yang “saya-buat-dengan-sepenuh-hati-dan-jiwa”)

    matur~tengkyu


  4. Saia sepakat kalo yg dimasukkan ke BT sebaiknya yg belum pernah dipublikasikan. Tapi berhubung waktu itu belum ada obrolan seperti ini jadi yg saia masukkan ke BT adalah tulisan di blog saia. Sebagai penebus kesalahan, tulisan saia itu akan segera saia ganti


  5. betewe…kok komen ku kemaren gak muncul yak?? (heran)


  6. haduh, haduh..
    bingung jawab nya…
    yg mana dl ni…
    errrrr…

    lagi gag bisa mikir…
    saya sdikit sakit. Uhuk, uhuk…

    suruh profesian yang laen baca dunk, trus kasi masukan juga.
    ada tanggapan lagi gag?
    tuh dah beberapa yg saling silang kan.
    Makin dalem, makin bagus.


  7. kayaknya si juz,. tambah mumet,.
    saya mah manut keputusan juz sajah…
    pastinya yang terbaik buat kita bersama…


  8. Akan lebih enak kalo kita putuskan bersama-sama…

    Eh yok, nitip bank tulisan ku dunk. Ntar masukin ke folder BT. Aku kirim ke email mu yah,,
    yah? yah?
    kukukukuk,,,


  9. [0oT]
    siap pak sudah saya laksanakan…
    [back2topic]
    yah pendapat saya sudah diungkapkan…tinggal sijuz ngambil keputusan..
    betewe aniwe buswe..
    menyuruh prof lain untuk membacanya janganjangan untuk meningkatkan page rank blogsijuz..
    //maapin ane klo berprasangka buruk…


  10. kekekeke, mangap br bisa komen banyak.
    first come, first served yah…

    @ gurindang
    udah setuju secara keseluruhan, cuma bagian ini yang msh kayak bisul (mengganjal) :
    “Kalo bank tulisan cuma diisi oleh orng yang itu2 aja, blogger pula, dan semua tulisannya udah di upload ke blog..yaaaa,masukin ajah.gapapa. mending, daripada yang laen tuh??”

    @ tiyok
    kok ga konsisten si?
    “salah satu syarat sebuah tulisan LAYAK dimasukan kedalam produk prof adalah yang belum pernah di publis”.
    berarti, “jika sudah pernah di publis di media internet”, itu tulisan TIDAK LAYAK dunk. Kenapa harus mencantumkan url sgala ,,

    “untuk tulisan yang belum terpakai di bulan ags-sep,.saya tidak setuju untuk boleh di publis di blog dibulan yang mendatang,.karena tulisan yang masuk bulan ags-sep siapa tau malah layak dipublis di produk prof pada bulan selanjutnya…”
    errr… kmu gag salah nangkep yok? coba baca lagi di bagian contohnya.. huehe..

    @ benz
    “kalau pun nanti diterapkan, mungkin saya akan menyimpan tulisan “alakadarnya-saya” di Bank Tulisan: bukan tulisan yang “saya-buat-dengan-sepenuh-hati-dan-jiwa””

    wideww… ultimatum niy?? kekeke,,
    dua bulan terlalu lama ya?? uhmmm menurutmuh, cocoknya brp lama kah?

    @ yasir
    “Sebagai penebus kesalahan, tulisan saia itu akan segera saia ganti”
    Gag perlu, Pak. Tulisan yg udah terlanjur masuk tetep dianggep Bank Tulisan kok. Soalnya ini kan masih wacana, blom fix.

    @ benz (lageh)
    “betewe…kok komen ku kemaren gak muncul yak?? (heran)”
    heyy.. jangan herann.. o..o.., hey.. aku disini, bersama angin yang slalu damai menyertaiii… syubidambidam dam…
    *hayah. Komen yg mana ben? baru dua ini kok,,

    @ all
    buat Profesian merangkap blogger, cuma nanya aja sih, kalo kita bisa rajin update blog, sesusah itukah untuk menulis -yang baru- untuk Bank Tulisan? Tulisan dalam bentuk apapun??
    emang mungkin ada kalanya kita eman-eman sama hasil karya masterpiece kita yang ternyata cuma stay-in-line di folder redaksi untuk diterbitkan. (itupun klo diterbitkan pada akhirnya). Tapi… ya… gimana ya… bloggers gheto loh, gag terlalu beratin banget-banget kan.
    hehe. *piss
    klo dari aku pribadi, masih bertahan dengan yg menjadi usulan ku di awal. ada session_start & session_destroy nya.
    walopun untuk ‘masa tenggang’nya masi bisa didiskusiin lagi sih.
    Gitu. Hehe.
    Itu menurutku loh.

    Ayo, tanggapan, sanggahan??
    😉


  11. untuk mengobati bisulmu,,gini deh..aq liat kemaren BT cuma diisi oleh para blogger (iya gak siyh?kurang merhatiin juga…). Jadi diatas itu penjelasan bagi kasus dimana isi BT cuma dari blogger *cara milih tulisan masuk produk*

    menurut aq oke juga kalo ditetapkan bahwa tulisan yang masuk blog tidak bole masuk BT *berdasarkan suara terbanyak*. Tapi kalu ditilik dari pernyataan Benz juga ada benarnya. yakin deh, blogger pasti juga pingin tulisannya gak cuma dipendam di BT *eksiiss…*

    BTW, kayaknya semua berpikiran bahwa didalam Suplemen pasti ada tulisan dari BT yak..? wah bahaya juga. takutnya malah nyantai di berita-nya.

    usulku tetep : boleh-boleh ajah masuk BT dan blog…

    uhm,,ni dah ada wacana. ntar tunggu qmu pulang ajah dan putusin aja bersama profesian lainnya. lebih gampang…


  12. bukanya gak konsisten jadi maksudnya prof harus mengusung originalitas…makanya sarat tulisan kudu blm pernah dipublis..
    jikalau ada tulisan yang masuk produk prof dah dipublis sebelumnya kudu nyantumin sumbernya..gt maksudnya..
    //hahaa,ak jg jd bingung sendiri…
    next…
    contohmu kan klo ngumpulin bt ags-sep n gak dipublis dproduk prof..boleh dipublis sendiri kan..
    //gt g si,jd bingung 2kali..hehee…
    -=-
    ya inilah salah satu resiko..
    jika prof adalah blogger
    dan blogger kebanyakan anak informatika
    maka prof adalah kebanyakan anak informatika..
    //gt jg g si..jd makin bingung bgt gtl…


  13. contohmu kan klo ngumpulin bt ags-sep n gak dipublis dproduk prof..boleh dipublis sendiri kan..
    iyah, blh di publish sendiri, tapi : setelah periode setelahnya (Oktober-November) berakhir ATAU periode OktNov blm berakhir tapi kalian udah ngumpulin tulisan lagi.
    (tuh, ampe kutunjukkin kan bagian mananya,, huehwe)

    jika prof adalah blogger
    dan blogger kebanyakan anak informatika
    maka prof adalah kebanyakan anak informatika..

    tenaaanggg, PU kita Inf juga ko’, jadi untuk kudeta ke atas sepertinya ga usah lah ya. Mungkin kita bisa mulai dgn mnyingkirkan non-Inf yg masuk PI
    (*tampang-jahat…..kekekeke…-tapi-tetepimut*)


  14. wahwah itumah intinya nyinggung posisi istri bendum..
    tapi kalo ada cewe inf prof yang berkompeten duduk dikursi istri bendum ya gakpapa..,hehee..
    setelah itu berubah nama menjadi profesinformatika..//hahaa,.maksa…


  15. usul tambahan : tulisan yang udah masuk bulan sebelumnya, dimsukin ke folder bulan berikutnya…
    *dan lain-lainnya, seperti tentang blog-bank tulisan, aq tetep seperti yang diawal*

    sekian dan terimakasih…

    p.s. tiyok-rani : suami-istri bendum.. *khekhekhekhe…*


  16. PU juga butuh istri nih 😀

    Berdasarkan pengalaman saia sbg staf RGP kmrn space ksong di Suplemen hampir selalu ada. Apalagi blkangan Suplemen jmlhnya 16 hlmn. Jadi peluang utk tulisan di BT masuk suplemen sbnrnya sgt bsar. Cuma tentunya kan tdk semua tulisan bisa dimasukkan.

    Kalo ingin tulisannya msk tentu hrsnya dia bikin tulisan yg beda dg lainnya. Maksudnya gini. Kebanykan BT diisi dg puisi2 pdhl space puisi sgt kecil. Sekali Suplemen plg cuma 1 atau max 2 puisi. Jadi “kompetisi” puisi sgt ketat. Saran saia klo bnr2 tulisannya pngin masuk ya jgn bikin puisi. Bikin opini, cerpen, resensi buku/film atau lainnya.

    Itu saran saia bagi yg ingin tulisannya masuk produk


  17. *Tiyok + Rani = Keluarga Bendum berstatus suami-istri?
    ,, Rani….. sabar ya, nak….. cobaan hidup….

    *PU butuh istri? ada duit tunjangan nya ga tuh? bu genk, anak2mu gada yg avaiable?

    Trus, trus,
    mungkin karena puisi paling gampang kali ya. Hehe. Aku klo buat cerpen masi agak2 lo-la, mending buat cerita panjangggggg skalian, biar disisipin banyak intrik.
    Cerita panjang ya, bukan cerita bersambung, itu mah lo-la jugak.
    kakaka,,

    Gimana suplemen bulan ini?
    Kmrn siang sms’an sm Rona, deadline kmaren, yg baru beres kampusiana. Hayo, hayooo…


  18. iya ni, gak tau Jabriknya yang kurang telaten ngurusin reporter, atau reporternya yang malas-malasan bin tidak mengindahkan deadline. Tp alhamdulillah Kampusiana dah beres. (pasang muka keren)

    Tambahan, Opini dan Infotek juga udah beres kok. So yang blon beres : Laput, Lipsus, Interaksi Pembaca.

    (piss-out)


  19. haduh…haduh…
    ini garagara si gur nyebut brand…jadi panjang urusannya…
    padahal diriku cuman nyebut istri bendum…
    ————–
    dear all,.
    penjelasan supaya gak tambah panjang…//hee,sok penting..
    istri bendum cuman dalam kerjaan sebagai prof sajah…
    kalau di dunia nyata ya bukan dia lah..


  20. [still OOT]
    iya niy dia suka banget nyebut merek

    melaporkan kemajuan. Sudah ada sepertiga pengurus yg ngisi BT, tapi ya 80% memang puisi


  21. hyahahaha..

    yahh.. setidaknya itu sedikit menunjukkan bahwa Profesian-meskipun tidak terlihat dari wajahnya, seperti saya ini-adalah reinkarnasi penyair-penyair jaman baheula, yang mulai tercangkul jiwa-jiwa puitiknya. pendek kata: kebanyakan Profesian ituh romantis boww.. ;p hyaaahahahaha.. (ngemeng apa sih)


  22. eh yok, itu mah malah memancing persoalan lbh panjang lagehh..,
    berarti kmu mendeklarasikan diri sbg org yg tdk setia dunk? di profesi ada, di luar ada, di dunia khayal ada, di dunia nyata ada.

    Huuffff…. tuh gur, pria2 jaman skrg..
    sejak dulu wanita dijajah priyaaa…
    *dengan vibrasi

    Gantop, Gantop,
    Hmmm… gpp de, mungkin baru awal, makanya puisi. Yg penting ada kemauan.
    Dan tentang si benz yg reninkarnasi penyair dari jaman baheula, saia percaya kuk.
    Diramalkan emg taun ini reinkarnasi Jendral Tian Feng, a.k.a Kakak kedua, a.k.a Patkai, sang penyair segala zaman, akan menunjukkan jati diri nya…

    “Begitulah cinta… deritanya tiada tara…”
    (quote by b*nz a.k.a reinkarnawan)

    -reinkarnasi oleh pria itu reinkarnawan bukan y? apa reinkarnator? yaa… ghitu de,,-


  23. [0oT]
    iya jugak yak…hahaa…
    ya selama tidak melampaui 4 orang gak masalah juz…
    khan jatah maksimal untuk kaum pria 4 orang…


  24. Ehm..padahal,walo spacenya dikit,, mbikin puisi itu justru lebih susah *ya gag siyh..?*

    betewe…back to gossseeeppppp… *khekhekhekhe*
    hu’uh si benz si penyair bergitar..tsahhh!!

    aq sebut merek..??ya iyyalahh..biar semua orang tau..ngapain disembunyiin..?hehhehe *tutup mulut kalo ditraktir nonton..*

    bay-kun nebar istri dimana-mana niyh…


  25. ngomongomong reinkarnasi..
    benz lebih mirip reinkarnasi benyamin sueb a.k.a bang bens..
    khan cuman beda hurup Z n S

    si gur sok tau nich,.


  26. Err…
    Untuk wanita2 d luar sana,
    sy bkn tipe pria spt baykun kok, bagi saya 1 saja sdh cukup.
    Walaupun hukumnya mubah, namun utk mmbagi cinta saya kpd 2 atau lebih, tdk sampai setega itu hati ini…

    *kakakaka,,
    *nama nya jg usaha


  27. duugh..
    0om Juz coo cweeeett…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: